Tampilkan postingan dengan label resume. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resume. Tampilkan semua postingan

24 Sep 2019

Resume: RPL

Karakteristik Webapps :

  1. Kepadatan Jaringan: Aplikasi web umumnya berada pada suatu jaringan komputer dan harus bisa melayani kebutuhan komunitas klien yang beragam.
  2. Keserempakan: sejumlah besar pengguna mungkin akan mengakses aplikasi secara serempak.
  3. Jumlah pengguna yang tidak dapat diprediksi: jumlah pengguna mungkin beragam dari hari ke hari. Pengguna di hari libur mungkin berbeda di hari kerja.
  4. Kinerja: Pengguna aplikasi web akan pergi jika pengguna terlalu lama menunggu aplikasi web
  5. Ketersediaan: Menyediakan akses layanan 24 jam
  6. Digerakkan oleh data: Beberapa aplikasi web bergantung pada layanan basis data: ex: onlineshop
  7. Peka terhadap isi: kualitas isi dan keindahan tetap merupakan faktor penting kualitas web Evolusi yang berkesinambungan: merupakan hal yang biasa untuk aplikasi web jika ada pembaharuan setiap saat
  8. Kemanan: terhubung ke internet, menyebabkan aplikasi web rentan serangan dari pihak lain
  9. Estetika: Salah satu daya tarik aplikasi web adalah tampilan dan nuansanya
  10. Kesegeraan: Aplikasi web sering memerlukan kedisiplinan waktu untuk merilis produk ke pasar dalam waktu beberapa hari atau beberapa minggu.



Software layer

Software layer merupakan salah konsep utama yang harus diketahui, dikenali, dimengerti dan diimplementasikan pada saat akan membangun sebuah perangkat lunak (software). Software Layer terbagi menjadi empat lapisan, yaitu :
1. A Quality Focus
2. Process
3. Methods
4. Tools


Gambar 1. Lapisan Perangkat Lunak Secara Umum
Resources : Software Engineering - A Practitioner's Approach
Roger S. Pressman, 2003, McGraw-Hill.
A QUALITY FOCUS (FOKUS KUALITAS)
Pada saat kita membangun sebuah aplikasi, Fokus pertama kali yang dibuat adalah Kita akan membangun kualitas yang seperti apa, siapa sasaran kita, aplikasi yang dibangun siapa pengguna dan lai-lain, Oleh karena itu FOKUS KUALITAS ini programmer akan mengetahui level sebuah aplikasi yang dibangun.  Misalnya akan dibangun APLIKASI PEMUTAR MUSIC. Dengan berpatokan pada FOKUS KUALITAS maka Programmer akan mengetahui sampai dimana aplikasi yang akan dibangun. File Music bisa beraneka ragam mulai dari MP3, MP2, AUDIO TRACK, WAV, MDI dan lain-lain. Dengan mengetahui, Aplikasi ini dibuat untuk File music apa, maka programmer akan mengetahui segala hal yang berhubungan denganprogram yang dibuat. Apakah aplikasi yang dibuat akan mendukung untuk MP3, MP2, WAV, OGG, TRACK atau yang lainnya. Jika dilihat dari segi Interaksi Manusia dan Komputer, maka dengan FOKUS KUALITAS programmer akan mengetahui bentuk dari aplikasi yang akan bangun.

PROCESS
Process atau Proses adalah merupakan lapisan kedua dalam SOFTWARE LAYER, Lapisan ini terletak setelah QUALITY FOCUS, hal ini disebabkan setelah diketahui Fokus Kualitas dari Perangkat Lunak yang akan dibangun, maka pemrogram harus mengetahui bagaimana proses yang harus dijalani oleh pemrograman sehubungan dengan Fokus Kualitas dari Perangkat Lunak yang diharapkan, Proses-proses ini dilakukan terurut dan tepat, agar tidak terjadi kesalahan pada saat sebuah aplikasi di Launching. Proses-proses yang ada akan dikerjakan sesuai dengan Kunci Proses Area yang ada (KPA/Key Process Area).

METHODS
Methods atau Metode merupakan salah satu hal yang penting dalam Pembuatan Perangkat Lunak. Dengan metode, pembuat program akan melakukan langkah-langkah dan tindakan-tindakan yang sesuai dengan metode yang ada. Metode yang digunakan harus disesuaikan dengan perangkat lunak yang dibangun, dan tujuan dari pembuatan perangkat lunak.

TOOLS
Tool merupakan alat bantu yang dapat digunakan oleh programer dalam menyelesaikan proyek yang ada. Mulai dari tools animasi tools multimedia, tools normalisasi dan lai-lain. Misalnya: X3D, Power Designer, Paintshop pro, etc.


Framework Aktivitas Spiral Model


Spiral model dibagi menjadi beberapa framework aktivitas, yang disebut dengan task regions yang kebanyakkan dibagi menjadi 3 sampai 6 aktivitas, diantaranya :
  1. Customer communication. Aktivitas yang dibutuhkan untuk membangun komunikasi yang efektif antara developer dengan user / customer terutama mengenai kebutuhan dari customer.
  2. Planning. Aktivitas perencanaan ini dibutuhkan untuk menentukan sumberdaya, perkiraan waktu pengerjaan, dan informasi lainnya yang dibutuhkan untuk pengembangan software.
  3. Analysis risk. Aktivitas analisis resiko ini dijalankan untuk menganalisis baik resiko secara teknikal maupun secara manajerial. Tahap inilah yang mungkin tidak ada pada model proses yang juga menggunakan metode iterasi, tetapi hanya dilakukan pada spiral model.
  4. Engineering. Aktivitas yang dibutuhkan untuk membangun 1 atau lebih representasi dari aplikasi secara teknikal.
  5. Construction & Release. Aktivitas yang dibutuhkan untuk develop software, testing, instalasi dan penyediaan user / costumer support seperti training penggunaan software serta dokumentasi seperti buku manual penggunaan software.
  6. Customer evaluation. Aktivitas yang dibutuhkan untuk mendapatkan feedback dari user / customer berdasarkan evaluasi mereka selama representasi software pada tahap engineering maupun pada implementasi selama instalasi software pada tahap construction and release

Umbrella Activities merupakan kegiatan yang menaungi atau dengan kata lain “memayungi” dari pengembangan software agar dapat menghasilkan software yang sesuai dengan kriteria. Yang termasuk ke dalam Umbrela Activities adalah software project management, formal technical reviews, software quality assurance, software configuration management, reusability management, measurement, document preparation and production, risk management.
  • Pelacakan dan kontrol proyek perangkat lunak
Dalam kegiatan ini, tim pengembang mengakses rencana proyek dan membandingkannya dengan jadwal yang telah ditentukan.
Jika rencana proyek ini tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, maka tindakan yang diperlukan diambil untuk mempertahankan jadwal.

  • Manajemen risiko
Risiko adalah peristiwa yang mungkin atau mungkin tidak terjadi.Jika peristiwa itu terjadi, maka itu menyebabkan beberapa hasil yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, manajemen risiko yang tepat diperlukan.

  • Jaminan Kualitas Perangkat Lunak (SQA)
SQA adalah pola kegiatan yang terencana dan sistematis yang diperlukan untuk memberikan jaminan kualitas perangkat lunak. Misalnya, selama pertemuan pengembangan perangkat lunak dilakukan pada setiap tahap pengembangan untuk mengetahui cacat dan menyarankan perbaikan untuk menghasilkan perangkat lunak yang berkualitas baik.

  • Ulasan Teknis Resmi (FTR)
FTR adalah pertemuan yang dilakukan oleh staf teknis.
Motif pertemuan adalah untuk mendeteksi masalah kualitas dan menyarankan perbaikan.
Orang teknis berfokus pada kualitas perangkat lunak dari sudut pandang pelanggan.
  • Pengukuran
Pengukuran terdiri dari upaya yang diperlukan untuk mengukur perangkat lunak.
Perangkat lunak tidak dapat diukur secara langsung. Ini diukur dengan tindakan langsung dan tidak langsung.
Tindakan langsung seperti biaya, jalur kode, ukuran perangkat lunak, dll.
Ukuran tidak langsung seperti kualitas perangkat lunak yang diukur oleh beberapa faktor lain. Oleh karena itu, ini merupakan ukuran perangkat lunak tidak langsung.
  • Manajemen Konfigurasi Perangkat Lunak (SCM)
Ia mengelola efek perubahan selama proses perangkat lunak.
  • Manajemen dapat digunakan kembali
Ini mendefinisikan kriteria untuk menggunakan kembali produk.
Kualitas perangkat lunak baik ketika komponen perangkat lunak dikembangkan untuk aplikasi tertentu dan berguna untuk mengembangkan aplikasi lain.
  • Persiapan dan produksi produk kerja
Ini terdiri dari kegiatan yang diperlukan untuk membuat dokumen, formulir, daftar, log, dan manual pengguna untuk mengembangkan perangkat lunak.
Share:

23 Jun 2018

Resume: Pentingnya Menggunakan Produk Lokal


Mungkin sebelumnya kita sering mendengar tentang semboyan “cintai produk dalam negeri” ada apa dengan produk dalam negeri? Memangnya kenapa dengan produk luar negeri? Dari segi kualitas kan lebih bagus produk luar negeri? 

Memang ada benarnya, tetapi tahukah kalian? Bahwa produk yang kita beli memiliki pengaruh yang sangat signifikan terutama dalam bidang keuangan. Seperti yang di contohkan oleh dosen saya yaitu dalam hal wisata, misalnya kita akan berwisata ke Malaysia, sebelum sampai disana kita perlu menukarkan mata uang kita dengan mata uang Malaysia. Yang menjadi persoalan adalah dimana nilai mata uang kita lebih rendah, yaitu 1 ringgit sekitar Rp. 3000. Coba bayangkan sudah berapa banyak orang yang pergi kesana dan berapa banyak rupiah yang ada disana? Ketika rupiah sudah banyak, maka kemungkinan pihak sana bisa membeli suatu pabrik ataupun bangunan apartemen dan sebagainya di Indonesia, lalu merekapun mendapatkan untung dari orang kita, apa kita tidak merasa rugi? Itulah pentingnya persoalan ini.

Menurut salah seorang mahasiswa di kelas saya, kenapa harus menggunakan produk lokal yaitu misalnya kita beli produk dalam negeri, maka uang itu akan tetap berputar didalam negeri, jadi uang itu dari kita dan untuk kita, maka yang akan terjadi adalah sejahternya perekonomian dalam negeri yang kemudian, rakyat kita pun bisa sejahtera karena ekonomi yang lancar.

Dan menurut saya, jika kita semua orang dalam negeri menggunakan produk lokal, maka yang terjadi adalah menurunnya tingkat impor produk luar, dengan begitu orang orang kita akan menjadikan ladang usahanya dengan produk lokal, yang kemudian berkembangnya lapangan pekerjaan yang memproduksi produk lokal sehingga kita bisa sebaliknya dapat meng ekspor produk kita ke luar negeri.
Share:

Resume: Penegakan Hukum

 

“Kepemimpinan seseorang pengaruhnya lebih kuat dibanding peraturan perundang undangan”
Pada perkuliahan kali ini, membahas tentang penegakan hukum, dan yang akan dibahas adalah hanya 3 bagian penting menurut Lawrence M Friedman, yaitu:
1). Hukum (legal subtance), adalah dimana ini menentukan boleh atau tidaknya hukum itu dilaksanakan dan juga membuat aturan baru.
2). Struktur hukum (legal structure), yaitu isinya adalah memuat organ-organ / badan-badan / apparat penegak hukum. Hal ini lah yang paling dan mempunyai pengaruh besar, karena dengan adanya apparat, hukum yang ada tidak menjadi sebuah hiasan saja, akan tetapi akan terlaksana dengan baik, oleh karenanya apparat harus lah tegas dan kuat mentalnya.
3). Budaya hukum (legal culture), yaitu sikap masyarakat terhadap hukum dan sistem hukum kepercayaan, nilai, pemikiran, serta harapannya. Hal ini erat kaitannya dengan kesasdaran hukum masyarakat. Semakain tinggi kesadarannya maka akan semakin bagus terciptanya budaya hukum. Dan ini akan menjadi penentu berfungsi tidaknya suatu hukum.


Share:

Resume: Permainan Demokrasi simulasi Pemilihan Ketua Kelas


Perkuliahan kali ini membuat permainan tentang materi demokrasi yaitu simulasi tentang pemilihan ketua kelas. 3 orang di panggil kedepan, dosen mengambilnya sesuai prodi, karena kelas KWN kami itu sebenarnya ada 2 prodi saja, yaitu Pendidikan Informatika dan Pendidikan Seni, namun dari seni ada 2 angkatan yang berbeda, maka hal itu dibedakan.
Singkat cerita, ke tiga orang tersebut mulai melakukan orasinya masing masing dan memperkenalkan diri. Kemudian kami semua memilih di antara mereka. Pada akhirnya rata-rata orang memilih orang yang ia kenal saja (sesuai prodinya masing masing dan juga mungkin dikenal karena keaktifannya di kelas).
Kemudian orasi kedua menerangkan visi dan misinya. Disini yang menarik. Orang yang mendapat suara terbanyak di orasi pertama itu mengungkapkan visi dan misi yang buruk, dan yang paling sedikit mengungkapkan visi dan misi yang bagus. Kemudian jadilah orang yang dengan visi dan misi nya yg bagus yang mendapat suara terbanyak. Maka hal ini suara terbanyaknya yaitu yang di orasi pertama mendapat suara sedikit.
Dan terakhir orasi ketiga yaitu menjelaskan tentang pandangannya terhadap agama secara umum. Kemudia mulailah satu persatu mereka menerangkan, dan orang yang kalah di orasi kedua tadi (visi misi yang buruk) menerangkan pandangan agama yang bagus, dan yang menang di orasi kedua tadi, menerangkan pandangan agama seolah olah ilmu sains lah yang paling utama, begitulah kira-kira. Dan pada akhirnya kembali kepada kedudukan awal, orang yang berpandangan agama yang bagus itu yang mendapat suara terbanyak.
Walaupun ini settingan, tetapi kita dapat menyimpulkan bahwa ada 3 hal sedikitnya yang akan menjadi sebuah kunci utama yaitu: pertama, relasi, yaitu hubungannya dengan masyarakat. Kedua, kemampuan, yaitu kemampuan bagaimana menjalankan tugasnya dan tentunya mampu merancang rencana yg bagus. Dan ketiga, agama, kenapa agama? Karena Indonesia adalah negara yang bertuhan, masyarakat percaya bahwa dengan beragama rohani kita sehat dan karena hal itu berefek juga pada raga yang sehat serta sikap yang dapat di teladani.
Share:

Resume: Warga Negara

Apa gunanya kita membedakan mana WNI dan mana WNA ?
Menurut saya, gunanya adalah untuk mengetahui hak dan kewajiban masing masing.
Apa pentingnya kita tahu?
Agar kita melaksanakan hak dan kewajiban itu.


Hari ini tgl 10 April 2018 kembali melanjutkan perkuliahan seperti biasanya yaitu diskusi. Kali ini diskusi mengenai warga negara Indonesia. Pengertian WNI sebagai berikut:
Warga negara Indonesia adalah orang asli dan orang asing yang disahkan undang-undang.
Warga negara asing adalah orang asing yang menetap di Indonesia untuk sementara waktu
Dan juga di jelaskan dalam UUD 1945 pasal 26:
  1. Warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan oleh undang-undang sebagai warga negara.
  2. Penduduk ialah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia.
Terkait dengan pernikahan antar WNI dan WNA juga di atur dalam undang-undang yaitu UU No. 12 Tahun 2006 Pasal 4:

  1. Orang orang bangsa indonesia dan orang orang bangsa lain yang disahkan dengan undang undang sebagai warga negara.
  2. Setiap orang yang berdasarkan peraturan perundang undangan dan atau berdasarkan perjanjian pemerintah RI dengan negara lain sebelum UU ini berlaku sudah menjadi warga negara Indonesia.
  3. Anak yang lahir dari perkawinan sah dari ayah warga negara indonesia dan ibu warga negara indonesia
  4. Anak yang lahir dari perkawinan sah dari ayah warga negara indonesia dan ibu asing
  5. Anak yang lahir dari perkawinan sah dari ayah asing dan ibu warga negara indonesia
  6. Anak yang lahir di luar perkawinan sah dari seorang ibu warga negara indonesia dan ayah tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum warga negara asal ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak itu.
  7. Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya warga negara indonesia
  8. Anak yang lahir diluar perkawinan yang sah dari ibu seorang warga negara asing yang diakui oleh seorang ayah warganegara indonesia sebagai anaknya dan pengakuan tersebut dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 tahun dan atau tidak kawin.
  9. Anak yang lahir di wilayah negara Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya
  10. Anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara RI selama ayah dan ibunya tidak diketahui
  11. Anak yang lahir di wilayah negara RI dari seorang warga negara Indonesia yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan
  12. Anak dari seseorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah dan ibu meninggal dunia sebelum mengucapkan atau menyatakan janji setia.
Dan terdapat macam-macam asas kewarganegaraan, yaitu: ius soli dan ius sanguinis. Ius Soli
merupakan asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang sesuai daerah kelahirannya. Sedangkan Ius Sanguinis merupakan asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang sesuai kewarganegaraan orang tuanya.

Share:

2 Jun 2018

Resume: Permainan Kepemimpinan dalam simulasi Integrasi Bangsa


Indonesia adalah negara kesatuan, negara yang memeliki banyak perbedaan yang kemudia disatukan. Ragam suku, budaya, ras, dan agama, disatukan dengan satu bangsa, bangsa Indonesia, disatukan dengan Bahasa, Bahasa Indonesia, disatukan dengan bendera sang saka Merah Putih.
            Kembali lagi seperti biasanya, setiap mata kuliah Pendidikan kewarganegaraan itu selalu diskusi, namun ada yang berbeda dengan diskusi kali ini, yaitu dengan melakukan permainan. Dosen mengatakan, katakanlah ini permainan kepemimpinan dan permainan ini berkaitan dengan materi kuliah yaitu tentang Integrasi Bangsa. Pada awalnya saya tidak begitu mengerti bagaimana teknis permainan tersebut, namun yasudah saya mengikuti saja jalannya permainan tersebut, dan saya pikir diskusi hari ini akan menarik.
            Hal pertama yang dilakukan adalah membagi kelompok menjadi 6 kelompok. Teknis pembagiannya adalah dari ujung paling depan berhitung mulai dari 1 – 6, kemudian hitungan diulangi 1 – 6 sampai semua terbagi. Kemudian dosen menyuruh berkumpul dengan kelompoknya masing masing dengan tertarur, artinya dengan urutan yang sistematis. Pada akhirnya, malah jadi semeraut dan bingung, karena tidak tau siapa saja anggota kelompoknya dan juga tak kunjung selesai. Kemudian dosen kembali berbicara, “dari permainan pertama saja kalian tidak ada yang bisa memenangkannya” saya pun bingung apa maksudnya, kemudia dia menjelaskan, “saya pikir nanti ada diantara kalian yang ada jiwa kepemimpinannya, yang kemudia mengatur teman-temannya untuk duduk dimana sesuai dengan kelompoknya, sehingga menjadi tersusun rapih dan sistematis” oh ya, saya baru mengerti. Tak berpikir sejauh itu, saya kira cara berkumpulnya jgn ada yang bersuara, ya tapi kenyataanya bersuara juga.
            Pada akhirnya dosenlah yang mengatur urutan tempat duduk kelompoknya. Singkat cerita, kemudian dosen menyuruh untuk menentukan siapa ketua dari masing-masing kelompok, dan nanti jelaskan pula bagaimana cara kalian memilihnya. Saya masuk di kelompok 5, dan kemudian kami semua diskusi, siapa yang mau saja, saya sih tidak mau hehe. Akhirnya ada yang mengajukan, dan kamipun sepakat. Singkat cerita setiap ketua kelompok maju kedepan untuk menerima arahan permainan. Jadi seolah-olah permainan itu seperti pemerintahan gitu, dosen sebagai presiden, dan ketua kelompok sebagai pemimpin di wilayah daerah masing-masing.
            Selanjutnya, ketua menjelaskan teknis permainnya, jadi, teknisnya gini, presiden memberikan pertanyaan, kemudia setiap kelompok, hanya menjawab setuju atau tidak setuju, dituliskan dikertas selembar ditulis selambar Y dan selembar X. Yang boleh menentukan atau mengangkat jawaban hanyalah ketua. Sebelum permainan itu dimulai, dosen telah memberikan keterangan poinnya, saya agak susah menjelaskan, kurang lebihnya seperti ini, jadi ada 6 kelompok, jika 5 kelompok menjawab Y dan 1 kelompok menjawab X maka, yang mendapat point misalnya yang 1 kelompok tadi dan yang 5 minus point. Begitupun selanjutnya, missal 2 Y, 4 X, 4 Y, 2 X, atau semua menjawab Y atau semua menjawab X, itu ada yang menambah point, juga ada yang minus atau mengurangi.
            Permainan pun di mulai. Presiden mengajukan pertanyaan kemudian setiap kelompok harus menjawab dengan serentak. Sebelum itu, presiden juga membolehkan antar kelompok berdiskusi mengenai jawaban. Dan kelompok saya pun mengajukan diskusi dengan kelompok sebelah. Pertanyaan nya itu seolah olah benar, maksudnya, pertanyaannya diajukan sesuai dengan fakta fakta nyata yang sekarang terjadi. Misal, hutang negara kita banyak, bagaimana jika kita menaikkan pajak agar bisa membayar hutang?
            Hal seperti itu juga kadang mengecoh juga, jadi seolah olah kita memang berperan sebagai pimpinan sebuah wilayah dan akan menyetujui atau tidaknya keputusan presiden tersebut. Sedangkan kita juga harus ada yang memenangkan permainan tersebut. Nah berbeda dengan kelompok lain, ternyata ketua saya tak menghiraukan pertanyaan apa, yang penting bagaimana dapat point tinggi. Singkat cerita, permainan itu berlangsung, dan seperti di dunia nyata, setiap ketua boleh berdiskusi dengan ketia lainnya, yang kemudian ketua kami berdiskusi pada salah satu ketua untuk merencanakan agar mendapat point tinggi. Tapi ternyata lain dengan hasil diskusi mereka, ketua kelompok kami ternyata punya rencana sendiri dan ahirnya mendapat point paling tinggi. Saya pun tak habis pikir, dan juga gk paham jadinya permainan ini untuk apa. Namun kemudian dosen menjelaskan bahwa, kira kira seperti inilah yang ada di dunia nyata, pasti saja ada yang berbeda, ada yang maunya menang sendiri dan itulah tantangannya untuk mempersatukan bangsa.
            Begitulah perkuliahan siang itu, sangat menarik.
Share:

1 Apr 2018

Resume: Identitas Nasional

Setiap hal tentunya memiliki karakter atau ciri khasnya masing-masing,entah itu dibuatnya sendiri atau mendapat julukan dari pihak lain. Manusia adalah makhlul yang ciri utamanya adalah makhluk yang saling bergantungan dan saling membutuhkan satu sama lain, dan oleh karenanya manusia disebut sebagai makhluk social.

Tidak terlepas dari itu, suatu bangsa atau negarapun memiliki ciri atau identitas yang biasa kita kenal sebagai identitas nasional. Pastilah semua bangsa memiliki identitasnya masing-masing, karena itu merupakah salah satu hal yang menjadi kebanggan suatu bangsa. Tentunya hal yang dibanggakan adalah identitas yang baik, yang mengangkat citra dari nama bangsa tersebut.

Seperti pada kegiatan minggu lalu, minggu ini juga diisi dengan diskusi, ya memang kata dosennya, setiap minggunya selalu akan diisi dengan diskusi.

Minggu ini pembahasannya adalah seperti pada judul postingan ini, yaitu identitas bangasa. Apa sih identitas itu? Dan apa pentingnya identitas?

Menurut KBBI, identitas diartikan sebagai ciri-ciri atau keadaan khusus seseorang; jati diri. Selain itu, dapat juga dikatakan sebagai tanda pengenal, yaitu gambaran yang diperoleh orang lain terhadap seseorang yang akan mempengaruhi tingkah lakunya.

Identitas ada karena untuk memberikan gambaran terhadap tingkah laku yang akan dilakukan. Pada intinya, identitas ini lebih mengarah kepada sikap, jadi ini akan mempengaruhi sikap.

Berdasarkan diskusi siang itu, dosen menyampaikan bahwa identitas terbagi menjadi 2, yaitu:
1.     Identitas tanpa usaha
Artinya, tidak begitu banyak pengaruh yang akan terjadi, karena ini adalah ciri umum yang tergambar otomatis.
2.     Identitas dengan usha
Artinya adalah kebalikan dari identitas tanpa usaha, yakni banyak pengaruh yang akan terjadi, dan pengaruh yang paling menonjol adalah pengaruh terhadap sikap, namun itu  semua tergantung pada seberapa besar usaha yang dilakukan.

Saya rasa pada diskusi kali ini, tidak semenarik diskusi minggu lalu, mungkin diskusi minggu depan akan lebih menarik. Oh ya, perkuliah mata kuliah Pendidikan kewarganegaraan ini setiap hari selasa, dan saya memposting tidak menentu harinya hehe. Cukup sampai disini saja ya sampai jumpa… wassalaamu’alaykum…

Share:

Resume: Apa itu cinta Indonesia?


Indonesia begitu indah, indah karena alamnya, indah karena ragam budayanya, indah karena ragam sukunya, indah karena ragam agamanya, dan terlalu indah untuk sebuah kata cinta. Ketika ditanya mengenai apakah kamu cinta Indonesia? Tentunya semua warga yang baik mengatakan “ya, saya cinta Indonesia”. Tapi apa arti cinta itu sendiri? Apakah setiap sudut pandanganya sama? Yang seperti apakah cinta Indonesia itu?

Hari itu tanggal 13 Maret 2018 saya ada kelas mata kuliah pendidikan kewarganegaraan. Ketika pertama datang, dosen memberikan cuplikan video yang bertemakan “Saya Cinta Indonesia”.

Menurut saya, cinta itu relatif tergantung dari mana seseorang melihat sudut pandangnya itu sendiri. salah seorang mahasiswa juga berpendapat bahwa cinta itu menurut dia bukan hanya berlatar belakang suka saja tetapi cinta adalah tentang bersyukur atas apa yang kita dapatkan.

Kemudian hal menarik perhatian saya  adalah ketika dosen beragumen kurang lebihnya seperti ini “sebenarnya apakah kalian benar-benar cinta Indonesia? Ataukah kalian hanya berteman saja?”. Ini kalimat yang sangat saya sukai. Tetapi kembali menurut saya tadi, bahwa cinta itu relatif, sama seperti lanjutan argument mahasiswa yang berpendapat cinta itu rasa syukur. Dia berpendapat juga bahwa dalam pertemananpun ada cinta. Rasa suka dan duka yang dilewati bersama teman, adanya perselisihan kemudia berbaikan kembali, itu semua cinta. Wah, saya sangat suka sekali diskusi siang itu.

Maka kesimpulan yang saya dapat dari diskusi itu adalah bahwa cinta itu beda. Beda disetiap orangnya, beda disetiap yang dirasakannya, dan beda disetiap hal, karena cinta itu ragam dan cinta tidak bisa disebut cinta selain diri sendirilah yang mengatakannya.
Share:
Copyright © kuaink | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com